Hadirkan Solusi Pendidikan Alternatif, Sekolah Non Formal PKBM Cendikia Gelar Roadshow SPMB ke Sekolah-Sekolah Menengah Pertama.

Oplus_131072

LAMPUNG TENGAH – (KomalaNews.com) – Tim Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Sekolah Non Formal PKBM Cendikia Lampung Tengah melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan non formal ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Lampung Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama bulan januari sampai dengan februari 2026 dan menjangkau enam  kecamatan sebagai bagian dari upaya mengurangi angka putus sekolah serta memberikan alternatif pendidikan bagi lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK.

Enam kecamatan diantaranya Kecamatan Punggur, Kecamatan Gunung Sugih, Kecamatan Trimurjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Kecamatan Kota Gajah  Serta Kecamatan Bumi Ratu Nuban.

Kepala Sekolah Non Formal  PKBM Cendikia  menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik kelas IX mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Paket C yang setara SMA. Selain itu, tim juga memperkenalkan sistem pembelajaran fleksibel namun tetap menjaga kualitas , fasilitas sekolah, para pengajar  serta peluang keterampilan yang dapat menunjang dunia kerja, Ujar Ibu Erra Yunikasari,S.Ak.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan presentasi di ruang kelas, diskusi interaktif, serta pembagian brosur informasi pendidikan kesetaraan. Para siswa terlihat antusias dengan berbagai pertanyaan terkait ijazah kesetaraan, sistem belajar, hingga peluang melanjutkan ke perguruan tinggi, tutur salah satu SPMB ibu Indah Kusuma Erlangga,SPd.

Salah satu guru SMP menyambut baik kegiatan ini karena membantu siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun kendala lainnya agar tetap memperoleh pendidikan yang layak. Ia berharap program pendidikan non formal dapat menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Sekolah Non Formal PKBM Cendikia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa pendidikan tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga tersedia jalur non formal yang legal, diakui negara, dan memiliki kualitas pembelajaran yang kompetitif. Kegiatan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan ke sekolah dan masyarakat guna memperkenalkan pendidikan non formal serta  meningkatkan partisipasi pendidikan di wilayah Lampung Tengah. (Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *