Wali Murid Keluhkan Menu MBG Salah Satu SPPG Yukum Jaya, Jadi Perhatian Publik.

Oplus_131072

LAMPUNG TENGAH –  (KomalaNews.com) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur SPPG yukum jaya Kecamatan Terbanggi Besar viral di media sosial setelah wali murid mengeluhkan isi paket makanan yang dinilai tidak sesuai. Menu tersebut berisi satu telur rebus, satu bungkus kecil kacang kedelai, satu mika kecil puding dan satu minuman manis.

Menu MBG itu menjadi perbincangan setelah salah satu wali murid membagikan foto dan keluhan di media sosial. Wali murid menilai isi paket yang dibagikan untuk hari ini diduga tidak sebanding dengan kebutuhan gizi siswa penerima manfaat.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada awak media menu yang dibagikan kepada para penerima manfaat tidak sesuai dengan anggaran per siswa. Ia menyoroti pemberian satu butir telur rebus, satu bungkus kecil kacang kedelai, satu mika kecil puding tdan satu minuman manis tidak sesuai.

“Coba saja bayangkan, yang diberikan paket seperti itu. Kita bukannya tidak bersyukur, tapi kalau menunya seperti itu, setiap hari anak kami makan,” paparnya.

Ia juga mempertanyakan kandungan gizi dalam paket tersebut. Menurutnya, jumlah dan jenis makanan yang diberikan diduga tidak mencukupi kebutuhan gizi anak. “Telur rebus satu butir sama kacang kedelai, puding dan minuman manis, gizi apa yang didapatkan anak-anak,” terangnya.

Dirinyapun menolak jika anak nya di berikan MBG, karna menurut nya anak nya tidak butuh makan di sekolah anak nya hanya butuh belajar di sekolah, karna makan sudah di berikan bahkan setiap hari anak saya bekali dari rumah,” tegasnya.

Awak media pun coba menghubungi kepala SPPG yukum jaya Dicki Maulana melalui pesan whatsap dengan nomor  0831-4277-xxxx untuk mengklarifikasi pemberitaan ini dan mendapatkan jawaban :

“menu 3B hari ini, dan sudah ada keterangan terkait kandungan Gizi yang kami informasikan,” ucapnya.

Wali murid meminta agar agar SPPG atau pihak dapur melakukan evaluasi terhadap menu penyaluran MBG pada bulan Ramadhan. Mereka mengingatkan agar pelaksanaan program tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. (Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *