Heboh !!! Insiden di Lapas Metro, Wartawan Protes! Kalapas Ancam Dapat Membunuh.

Oplus_131072

METRO – (KomalaNews.com) – Wartawan yang bertugas di Kota Metro, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan saat akan melakukan peliputan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Metro, Selasa (3/3/2026). Ketiga wartawan online di sogok uang dan diancam dibunuh.

Kejadian berawal saat ketiga jurnalis online hendak masuk ke dalam lapas dan hendak meliput kegiatan bulan ramadan bagi warga binaan. Namun sayang ketiga jurnalis yang hendak meliput justru tidak di perkenankan masuk.

“Pak Kalapas lagi sibuk, masih ada rapat, nanti saya sampaikan, “ujar salah satu pegawai kepada ketiga jurnalis.

Setelah beberapa menit para jurnalis yang menunggu diluar yaitu Rusia jurnalis gardarepublik.id, Roby Chandra jurnalis sinarlampung yang juga tergabung dalam organisasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Taufik dari kabardigital.com,  tiba tiba saja salah satu pegawai memanggil dan memberikan dua amplop. Sontak membuat ketiga jurnalis merasa di lecehkan bak seorang pengemis.

“Mana yang namanya Roby, tanya salah satu pegawai sambil memberi dua amplop berisi uang. Dia mengatakan uang tersebut titipan dari atasannya.

Kejadian ini membuat ketiga wartawan yang hendak meliput merasa terhina. Niat untuk meliput kegiatan Ramadan 2026, malah disogok uang.

Spontan Roby Chandra, wartawan Sinar Lampung, melontarkan protes kepada pegawai Lapas Kelas II B Metro dengan mempertanyakan apa maksudnya memberikan amplop di dalamnya berisi uang. Namun, staf lobi tersebut mengatakan dia hanya menjalankan perintah.

“Saya hanya menjalankan perintah,” kata salah satu pegawai.

Ketiga wartawan yang merasa profesinya dilecehkan tetap tidak terima atas perlakuan pihak Lapas Kelas II B Metro, dan langsung mengembalikan uang tersebut di loket teralis besi sambil mendokumentasikannya.

Setelah mendengar terjadi insiden tersebut Kepala Lapas Kelas II B Kota Metro, Tunggul Buwono, langsung keluar bersama kedua bawahannya, yaitu Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Walid dan satu orang staf.

Dengan nada kasar Kapalas memarahi wartawan, dengan mengatakan dia sangat sibuk dengan kegiatan dalam lapas.

“Kami juga banyak kegiatan, kami juga zoom baru selesai, capeknya bukan main, kok kami malah diginikan,”kata Tunggul.

Mirisnya lagi, dengan nada marah, Tunggul mengancam wartawan dengan mengatakan dapat mematikan wartawan.

“Saya bisa bikin mati orang loh dengan cara kamu begini,” kata Tunggul dengan nada keras kepada Roby Chandra.

“Saya lu masih ada rapat rame-rame kenapa?” sambil tangan menunjuk-nunjuk.

Menurut Roby, seharusnya ini tidak terjadi jika pihak Lapas paham dengan tugas wartawan. Selama ini, hubungan wartawan dengan Lapas II B Metro cukup baik, tapi sekarang tercoreng oleh kelakuan Kalapas, Tunggul Buono, dan Staf yang sengaja menciptakan kondisi tidak baik antara Lapas Kelas II B Metro dengan Jurnalis yang hendak meliput.

Senada yang dikatakan oleh Rusia jurnalis gardarepublik.id, mengatakan dia bersama Taufik dan Roby hendak meliput kegiatan di Lapas Kelas II B Metro. Dia bersama rekan-rekan wartawan bersedia menunggu selesai rapat.

“Pegawai awalnya keluar bilang kalau atasannya sedang rapat, tak lama kemudian keluar kembali sambil menyodorkan amplop ke Kak Roby sambil bilang bang ini titipan dari dalam,” kata Staf.

“Kami datang hanya untuk liputan kegiatan Lapas selama bulan Ramadan di Lapas Kelas II B Kota Metro dan bukan untuk yang lain,” tegasnya.

Dengan adanya peristiwa yang terkesan arogan dan melecehkan wartawan tersebut, rencananya awak media akan melaporkan hal tersebut ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Provinsi Lampung. (Tim-Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *