Ketua Gapoktan Lamteng Sandi Armoko, Jurusan Pertanian Kurang Diminati : Perhatian Serius Bagi Seluruh Pemangku Kepentingan, Utamanya Gubernur Lampung, Dan Peran OPD Teknis Dinas Pertanian.

Oplus_131072

LAMPUNG TENGAH – (KomalaNews.com) – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Lampung Tengah, Sandi Armoko. S.H., menyebut rendahnya minat generasi muda saat ini terhadap sektor pertanian.

Kondisi itu, terlihat dari semakin minimnya jumlah siswa baru yang mendaftar pada jurusan pertanian di sekolah-sekolah menengah kejuruan.

Menurut Sandi, dari beberapa sekolah kejuruan yang ada di Lamteng, memiliki jurusan pertanian, setiap tahun rata-rata jumlah peminatnya sangat rendah.

Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaktertarikan anak muda terhadap dunia pertanian, sekaligus menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masa depan pertanian khususnya di Lamteng.

“Salah satu faktor yang membuat pertanian itu kurang diminati oleh generasi muda adalah perspektif masyarakat itu sendiri. Tidak selamanya pertanian itu kotor, coba kembangkan hidroponik, kan tidak perlu bermain tanah. Atau misalnya konsen ke pembibitan tanaman, itu kan cuman bermain di media polybag, tidak perlu ke sawah,” ungkapnya, Jum’at (14/11/2025).

Dia menyebut, kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan, utamanya Gubernur Lampung, dan peran OPD teknis Dinas Pertanian, mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi diKab.Lamteng.

“Artinya, perlu adanya sinergi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya Dinas Pendidikan, agar pendekatan yang dilakukan bisa lebih terarah sejak dari lingkungan sekolah,” ujar Sandi.

Pria yang menjadi leader Gapoktan diKab.Lamteng ini menyebut perkembangan dunia pertanian ke depan sangat membutuhkan inovasi, ide-ide segar, kreativitas, dan partisipasi aktif dari generasi muda.

Pemerintah dan masyarakat secara umum tidak bisa bergantung pada petani-petani yang ada saat ini, yang sebagian besar sudah berusia lanjut dan kurang familiar dengan teknologi digital serta inovasi pertanian terbaru.

“Untuk itu, meningkatkan minat generasi muda menjadi sangat penting guna memastikan sektor pertanian tetap berjalan baik di waktu mendatang,” pungkasnya. (Tim-Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *