RS MMH Hadirkan Layanan Pemeriksaan Endoskopi dan Kolonoskopi.

Oplus_131072

Lampung Tengah – (KomalaNews.com) – Rumah Sakit Mitra Mulia Husada (RS-MMH) selalu hadir dengan pelayanan prima. Bahkan, RS MMH terus berbenah kearah yang lebih baik, dalam menjawab berbagai keluhan pasien.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai program layanan kesehatan yang terus dihadirkan oleh manajemen RS MMH. Baik, mulai dari layanan kesehatan yang terus di tingkatkan, program kesehatan yang terus diperbaiki, dan menghadirkan dokter dokter ahli spesialis sampai dengan peningkatan alat kesehatan (alkes) modern yang terus dihadirkan guna menjawab keluhan dan permintaan layanan bagi para pasien di RS MMH.

Nah, yang paling menarik kali ini, RS MMH kini telah hadir layanan Endoskopi dan Kolonoskopi, dengan alat kesehatan medis yang lebih canggih dan modern. Lantas, apa yang dimaksud dengan layanan Endoskopi dan Kolonoskopi?.

Dalam ketarangan, Direktur RS MMH dr. Wendy, layanan Endoskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu mendiagnosis suatu penyakit dengan melihat kondisi organ didalam tubuh. Sementara, Kolonoskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan atau abnormalitas pada usus besar.

“Bagi pasien yang ingin memeriksakan kesehatannya dengan layanan Endoskopi dan Kolonoskopi. Kami membuka layanan prektik mulai dari Senin-Jumat, pukul 10:00 wib – 12:00 wib, bersama dr. Cecep Sulaiman lskandar, Sp.PD FINASIM. Dan perlu diketahui juga, RS MMH melayani pasien umum dan pasien JKN BPJS Kesehatan,” jelasnya, kemarin.

  1. Wendy menyampaikan, bahwa RS MMH akan selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Hal itu dilakukan sebagai komitmen pihak manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan yang lebih maksimal.

Untuk diketahui bahwa, dalam layanan pemeriksaan Endoskopi memiliki mekanisme dan prosedur invasif. Invasif dilakukan guna mendeteksi penyakit. Istilah invasif memiliki arti yang sama dengan infiltratif or invasi, karena semua istilah ini menggambarkan sel kanker yang menyebar melampaui lokasi awalnya ke jaringan di sekitarnya. Ahli patologi secara khusus mencari tanda-tanda invasi di bawah mikroskop karena membantu mereka menentukan agresivitas kanker.

Dalam penjelasannya, Endoskopi adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan cara memasukkan alat khusus ke dalam organ internal Anda. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendiagnosis masalah pada tubuh Anda tanpa melakukan pembedahan besar.

Endoskopi terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung bagian tubuh mana yang diperiksa. Selain mendiagnosis, prosedur ini juga dapat mengatasi sejumlah masalah yang perlu ditangani dengan pembedahan kecil.

Secara garis besar Endoskopi merupakan mekanismen pemeriksaan dengan cara memasukan alat khusus ke dalam tubuh. Dengan prosedur ini, dokter dapat melihat kondisi tubuh pasien secara jelas.

Dalam praktiknya, endoskopi digunakan oleh dokter untuk membantu menegakkan diagnosis, pengambilan sampel pada organ tertentu (biopsi), dan operasi.

Berikut adalah jenis prosedur endoskopi yang paling umum.

*Artroskopi pada persendian.
*Laringoskopi pada laring.
*Bronkoskopi pada paru-paru.
*Mediastinoskopi pada area di antara paru-paru.
*Torakoskopi pada area di antara paru-paru dan dada.
*Endoskopi saluran pencernaan bagian atas.
*Enteroskopi pada usus halus.
*Sigmoidoskopi pada rektum dan bagian bawah usus besar yang disebut sigmoid.
*Kolonoskopi pada usus besar.
*Ureteroskopi pada ureter.
*Sistoskopi pada kandung kemih.
*Laparoskopi pada area perut atau panggul.
*Histeroskopi pada bagian dalam rahim

Cara Kerja Endoskopi

Dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan selang yang dilengkapi kamera dan perangkat khusus (endoskop) ke dalam tubuh. Dokter akan memasukkan endoskop ke dalam tubuh Anda secara perlahan. Tergantung bagian tubuh yang diperiksa, alat ini dapat dimasukkan melalui mulut, anus, saluran kemih, atau sayatan kecil yang dibuat dekat persendian.

Kemudian, dokter akan memantau kondisi tubuh pasien melalui layar monitor. Pantauan dari layar monitor ini akan menjadi panduan bagi dokter dalam menggerakkan endoskop di dalam tubuh pasien.

Setelah melihat kondisi organ dalam pasien, dokter akan melakukan prosedur medis selanjutnya, baik itu memeriksa kondisi tubuh pasien, biopsi, menghancurkan batu, atau prosedur lainnya.

Prosedur Endoskopi.

Secara umum, endoskopi dilakukan oleh dokter ketika pasien dalam keadaan sadar. Untuk lebih lengkapnya, berikut tahapan prosedur endoskopi yang biasa dilakukan:

Dokter memberikan anestesi lokal pada bagian tubuh yang akan diperiksa.

Jika diperlukan, pasien akan diberikan obat penenang untuk membantu tubuh lebih rileks.

Dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan endoskop.

Dokter akan memasukkan endoskop ke dalam tubuh Anda secara perlahan melalui mulut, anus, saluran kemih, atau persendian (tergantung bagian tubuh yang mengalami gangguan kesehatan).

Dokter menggerakkan endoskop untuk memeriksa kondisi tubuh pasien.

Bila biopsi diperlukan, dokter akan menggerakkan penjepit kecil pada ujung endoskop untuk mengambil sampel jaringan.

Apabila sudah selesai, dokter akan menarik keluar perangkat.

Endoskopi biasanya berlangsung selama 15-45 menit. Prosedur ini umumnya tidak terasa sakit, tetapi Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman.

Apabila endoskopi dilakukan untuk pemeriksaan dan penegakkan diagnosis, Anda bisa pulang di hari yang sama. Namun, jika saat endoskopi, dokter melakukan prosedur medis lainnya, mungkin Anda perlu menjalani rawat inap pascaoperasi selama satu atau dua hari.

Secara umum, berikut adalah tujuan dilakukannya endoskopi:

  1. Pemeriksaan Gejala.

Endoskopi merupakan metode yang efektif untuk memeriksa kumpulan gejala dari suatu penyakit.

Pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas misalnya, dapat membantu dokter menentukan penyebab gejala seperti mual, muntah, hingga perdarahan saluran cerna.

  1. Diagnosis Penyakit.

Setelah penyebab dari gejala penyakit diketahui, dokter dapat melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan pada organ tubuh yang bermasalah.

Sampel jaringan kemudian akan diperiksa lebih lanjut hingga dokter dapat mendiagnosis penyakit terkait.

  1. Skrining dan Pencegahan Kanker.

Biopsi tidak hanya berguna untuk mendiagnosis penyakit, tetapi juga membantu mencegah jenis kanker tertentu.

Pada kolonoskopi, dokter dapat mengambil polip yang tumbuh pada usus besar. Hal ini penting karena polip yang dibiarkan tumbuh bisa berkembang menjadi kanker usus besar.

  1. Penanganan Penyakit
    Pada kasus tertentu, dokter juga dapat memanfaatkan endoskopi untuk menangani suatu penyakit.

Berikut beberapa contoh penanganan penyakit yang umum dilakukan dengan metode ini.

*Terapi laser atau ablasi gelombang mikro untuk menghancurkan sel kanker.
*Pembedahan saluran cerna dengan memasukkan alat bedah kecil bersama endoskop.
*Operasi laparoskopi dengan membuat sayatan kecil pada kulit.
*Pemberian obat secara langsung pada organ yang bermasalah. (Tim-Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *