LAMPUNG TENGAH – (KomalaNews.com) – Setelah sempat Viral beberapa waktu lalu, kini Baznas Lampung Tengah kembali berulah, muncul kabar yang mengejutkan dari salah satu staf pegawai Baznas yang tidak ingin di sebutkan nama nya mengungkapkan kepada awak media KomalaNews.com Kamis, 16/04/2026.
Narasumber mengungkapkan terdapat 13 pegawai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang sampai saat ini belum menerima gajih untuk aloksi bulan Maret 2026.
“iy mas,sampai saat ini kami belum menerima gajih untuk bulan maret, dan kami di janjikan akan di gaji di awal bulan april, tapi sampai dengan sekarang belum ada informasi lebih lanjut,malahan ketua Banznas nya menghilang sampai ganti nomor whatsap,kami bingung mau mengadukan kemana?!.”
Jka kita mengacu dengan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengatur tentang hak-hak karyawan, termasuk hak mendapatkan gaji. Baznas Lampung Tengah Harus membayarkan hak dari pada gaji para pegawai, jika terus di abaikan komsinoer serta ketua Baznas dapat di kenakan sanksi berupa Teguran atau peringatan, Denda atau sanksi administratif, Pemotongan gaji pimpinan, Bahkan bisa berujung pada pemecatan atau penuntutan hukum.
Kini terdapat kabar mengejutkan pengakuan dari salah satu komisioner dan staf baznas bahwasan nya alokasi infak zakat untuk bulan Maret telah habis untuk memfasilitasi kenginginan Plt Bupati lampung tengah berupa 1500 paket bingkisan THR dan Duit Rp. 40 juta. Menurut salah satu staf itu kesalahan ketua Baznas karna salah mengambil kebijkan tanpa ada nya musyawarah padahal di baznas itu seluruh komisioner punya hak yang sama, oleh karna itu para pegawai/staf Baznas yang di korbankan tidak menerima gaji nya demi kepentingan pribadi.
Atas pemberitaan tersebut Hidayat selaku perwakilan masyarakat Lampung Tengah menyuarakan dan mendesak asisten I agar membuat teguran secara tertulis mengingatkan masa jabatannya sudah hampir selesai. agar komisioner BAZNAS Priode 2021 – 2026 segera melaporkan pertanggung jawaban seluruh aset yang ada di BAZNAS baik dari kendaraan Dinas sampai aset aset lain yang bersumber dari anggaran milik Baznas Lampung Tengah,”Ucapnya.
Hidayat juga menanggapi pengakuan salah satu komisioner yang menyebutkan uang habis beli kue untuk Plt Bupati, menurut nya kue 1500 paket bisa kita hitung jumlah uang nya. Sedangkan pemasukan Baznas tiap bulan nya berkisar sampai Rp. 700.000,00 Juta Rupiah.sedangkan kue tiga toples tersebut di berikan ke warga kurang mampu,” Ujar Hidayat.
Hidayat coba menghungi salah satu komisioner bidang II pendistribusian pitrisman mengakui terkait uang buat beli kue dan untuk bupati diri nya tidak tahu manahu dan tidak di libatkan. Arti nya dapat disimpulkan tidak ada komunikasi keterbukaan antara komisioner Baznas padahal menurut hidayat anatara komisioner satu dan lain nya mempunyai hak yang sama mengingat Baznas adalah kolektif kolegia.
Awak media juga coba menghubungi komisioner pimpinan baznas seperti Iklas, Asmara dan Bustami melalui pesan whatsap terkait pemberitaan ini namun sayang tidak ada yang merespon dari ketiga Komisioner/Pimpinan Baznas (BUNGKAM) , seperti menutup diri dan terkesan sedang ada yang di sembunyikan. (Tim-Red)













