Masuk Tahap Akhir Pendidikan di Lemhannas RI, Nurohman Jadi Satu-satunya Perwakilan Pemda Lamteng di P4N 69.

Oplus_131072

LAMPUNG TENGAH – (KomalaNews.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., sukses menembus fase krusial dalam program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX (69) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Dr. Nur Rohman kini tengah menyelesaikan tahap akhir pendidikan, yaitu paparan uji saji atas tugas Kertas Karya Perorangan (Taskap).

Pencapaian ini mencatatkan sejarah tersendiri bagi Provinsi Lampung. Dr. Nur Rohman menjadi satu-satunya peserta asal Lampung, sekaligus satu-satunya perwakilan dari Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia yang berhasil lolos dan bertahan di Angkatan 69 Lemhannas RI tahun 2026.

Dimana, mayoritas peserta didik lainnya didominasi oleh perwira tinggi dan pimpinan dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Kementerian Pusat. Tahap paparan uji saji Taskap merupakan ujian komprehensif yang wajib dilalui peserta sebelum dinyatakan lulus. Dalam sesi ini, Dr. Nur Rohman memaparkan naskah kajian strategis mengenai Ketahanan Nasional dan implementasi kebijakan di daerah di hadapan para narasumber, penguji, dan pakar Lemhannas RI.

Keberhasilan mempertahankan argumentasi ilmiah dalam uji saji ini menjadi bukti kapasitas kepemimpinan strategis yang ia miliki dalam merumuskan pemecahan masalah (problem solving) tingkat nasional maupun daerah.

Kehadiran Kadisdikbud Lampung Tengah di Lemhannas RI membawa angin segar bagi representasi aparatur daerah di tingkat pusat. Pengalaman serta wawasan geopolitik, strategi nasional, dan ketahanan negara yang didapatkan selama pendidikan diharapkan dapat langsung diimplementasikan dalam penguatan manajemen birokrasi serta peningkatan mutu serta karakter pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah.

Artinya, tidak lama lagi Dr. Nur Rohman akan kembali ke daerah, dan memimpin instansi yang di pimpinnya selama ini dengan membawa segumpal optimisme dan strategi baru untuk mengakselerasi kinerja di instansinya.

​la, menegaskan bahwa tantangan ke depan membutuhkan cara kerja yang lebih taktis dan berdampak langsung ke masyarakat.

​”Pendidikan di Lemhannas selama ini bukan sekadar gelar atau formalitas, melainkan pembekalan cara berpikir makro dan strategis. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama untuk menyelesaikan persoalan yang semakin kompleks,” ujar Nur Rohman, Rabu (24/6/2026).

​Menurutnya, ada tiga poin utama yang akan segera diimplementasikan di lingkungan Disdikbud, salah satunya adalah transformasi pola pikir aparatur. Menanamkan nilai luhur ketahanan nasional agar seluruh jajaran bekerja dengan orientasi pelayanan publik yang kokoh, serta kolaborasi lintas sektor. Serta membuka ruang koordinasi yang lebih luas, baik dengan instansi vertikal, pihak swasta, maupun masyarakat.
​Efisiensi Berbasis Data:

“Kita harus mengambil kebijakan publik yang berbasis pada analisis data yang matang guna meminimalisir risiko kegagalan program, dan fokus jangka pendeknya adalah mengurai beberapa program kerja yang sempat tertunda dan memastikan realisasi anggaran berjalan tepat sasaran serta akuntabel,” tegasnya.

​”Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran di Disdikbud, Pemkab.Lanteng, dan semua rekan yang selama ini memberikan dukungan,” pungkas Dr. Nur Rohman. (Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *