LAMPUNG – (KomalaNews.com) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh paparan abu vulkanik Gunung Krakatau.
Imbauan tersebut disampaikan melalui materi edukasi kesehatan yang mencantumkan Ketua IDI Wilayah Lampung, dr. Josi Haryos, MARS. Dalam materi tersebut, masyarakat diminta melindungi diri, keluarga, serta lingkungan dari paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Abu vulkanik yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan tenggorokan. Pada kondisi tertentu, paparan tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan.
Sejumlah gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat paparan abu vulkanik antara lain ISPA dan bronkitis, asma dan PPOK, pneumonitis dan fibrosis paru, iritasi mata atau konjungtivitis, serta iritasi kulit atau dermatitis.
Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan bahwa paparan abu vulkanik dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga sesak napas. Bagi penderita asma maupun PPOK, kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit yang sudah ada.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
IDI Wilayah Lampung juga menyoroti sejumlah kelompok yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih ketika terjadi paparan abu vulkanik.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru maupun penyakit lainnya.
Masyarakat dalam kelompok tersebut disarankan lebih membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi lingkungan dipenuhi abu atau kualitas udara mengalami penurunan.
Gunakan Masker dan Lindungi Mata
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, khususnya masker N95/KN95, karena dinilai lebih efektif dalam menyaring partikel abu.
Selain perlindungan saluran pernapasan, masyarakat juga disarankan menggunakan kacamata pelindung ketika berada di luar ruangan untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata.
IDI juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat konsentrasi abu vulkanik tinggi. Pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan.
Kebersihan tubuh juga perlu diperhatikan. Masyarakat dianjurkan mencuci tangan, wajah, serta bagian tubuh yang terpapar abu. Asupan air putih juga perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan kesehatan saluran napas.
Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Mengalami Gejala Berat
Masyarakat diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila setelah terpapar abu vulkanik mengalami gejala seperti sesak napas, batuk tak kunjung reda, nyeri dada, mata terasa sangat merah atau nyeri, maupun gejala yang semakin memburuk setelah terpapar abu.
IDI Wilayah Lampung menekankan pentingnya kewaspadaan dan pencegahan sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan penggunaan alat pelindung diri ketika kondisi lingkungan berpotensi terpapar abu vulkanik.
“Bersama kita cegah dampak abu vulkanik, demi masyarakat Lampung yang lebih sehat,” demikian pesan yang tercantum dalam materi edukasi IDI Wilayah Lampung. (Tim-Red)













