LAMPUNG TENGAH – (KomalaNews.com) – Kondisi sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi sorotan. Sekolah tersebut diduga belum melakukan pemeliharaan fasilitas secara optimal meski telah menerima alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang diperoleh, SMPN 2 Punggur menerima Dana BOS sebesar Rp532.440.000 pada tahun 2023, Rp527.800.000 pada tahun 2024, dan Rp547.520.000 pada tahun 2025.
Dari hasil pantauan tim media pada 3 Agustus 2026, sejumlah bagian bangunan sekolah tampak memerlukan perhatian. Beberapa plafon terlihat rusak dan kondisi cat bangunan dinilai sudah kusam sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Data yang diperoleh juga menunjukkan bahwa pada tahun 2025, alokasi Dana BOS untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana pada tahap I sebesar Rp61.921.500 dan tahap II sebesar Rp30.818.000.
Saat tim media mendatangi SMPN 2 Punggur untuk meminta konfirmasi, Kepala Sekolah Rita Yusnely Aris tidak berada di kantor. Tim media kemudian bertemu dengan salah seorang wakil bidang kurikulum yang menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.
«”Kepala sekolah tidak ada di kantor. Apa yang bisa dibantu, nanti saya sampaikan kepada kepala sekolah,” ujarnya.»
Lantas persoalan ini mendapat sorotan tajam dari Perwakilan masyarakat peduli pendidikan Lampung Tengah Heri Hakiki. Ia menyangakan banyak nya oknum kepala sekolah yang memanfaatkan jabatan untuk mementingkan kepentingan pribadi serta mencari keuntungan dari program pemerintah.
“Ini salah satu contoh rusak nya moral para pendidik, karna mereka sudah tidak memikirkan lagi bagai mana cara nya mendidik agar siswa siswi yang mereka didik dapat berprestasi,” ujar kiki.
Lanjut nya persoalan ini dari tahun ketahun seperti tidak ada efek jera nya bagi oknum – oknum kepala sekolah malah semakin menajdi jadi, ia pun meminta kepada Inspektorat Lampung Tengah, Dinas pendidikan Lampung Tengah agar benar – benar serius menangi persoalan ini, jangan sampai masuk angin,”Ucapnya
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMPN 2 Punggur belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah maupun penggunaan anggaran Dana BOS yang menjadi perhatian tersebut. (Tim-Red)













