Kamis Sore HMI  Cabang Persiapan Lamteng Sepi Massa Demonstrasi Gagal Turun Ke Jalan.

Oplus_131072

LAMPUNG TENGAH – (KomalaNews.com) – Massa aksi demonstrasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lampung Tengah tak kunjung terlihat di titik kumpul yang di agendakan seputaran tugu pepadun, Kelurahan Gunung Sugih Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah pada Kamis (10/09/2026).

Berdasarkan pantauan Media KomalaNews.com  hingga pukul 14.30 WIB, tak seorang pun bagian massa aksi yang datang.

Padahal sebelumnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lampung Tengah telah menyebarkan surat pemberitahuan aksi demo kepada pihak Polres, Pemkab dan DPRD Lampung Tengah, yang di tanda tangani langsung oleh Ketua beserta Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Perubahan Lampung Tengah, dalam isi surat pemberitahuan itu menuturkan aksi demo yang akan dilaksanakan pada pukul 13:00 WIB s.d Selesai.

Berdasarkan surat pemberitahuan bernomor 011/B/SEK/06/1448H yang ditandatangani Ketua Umum M. Nasir Syukur dan Sekretaris Umum Andrian Bintang Pamungkas, semula aksi ini membawa sembilan tuntutan utama. Adapun isi dalam tuntutan tersebut di antara nya :

  • Evaluasi Kinerja Bupati Lampung Tengah
  • Penertiban Kinerja Dinas Dinss
  • Segera Usut Dewan Yang Tersangkut masalah Fee 2 Miliar Dalam Kasus Mantan Bupati Lampung Tengah
  • Evaluasi Kinerja Anggota Dewan
  • Evaluasi Kinerja Satlantas
  • Tindak Pom Pom Yang Terjaring Penimbunan Minyak
  • Selesaikan Konflik Agraria
  • Tindak Tegas Hiburan Malam
  • Usut Dan Tindak Tegas Jaringan Narkoba di Kampung Kampung.
  • Terkiat Pengawasan dan Pencegahan Karthula Oleh Pemerintah dan Aparat Terkait

Lantas media KomalaNews.com berusaha menghubungi Korlap M. Zidane Suratno  untuk menanyakan terkait tidak ada nya masa aksi turun ke jalan seperti yang ada di surat pemberitahuan aksi demo yang akan dilakukan dan mendapatkan jawaban :

“Izin rekan-rekan KomalaNews.com dan KML.

Terima kasih atas ruang yang diberikan kepada kami untuk memberikan klarifikasi agar pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat Lampung Tengah dapat menggambarkan fakta secara utuh dan berimbang.

Saya, M. Zidane Suratno, selaku Koordinator Lapangan HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah, menyampaikan bahwa perlu kami luruskan pemberitaan yang menyebut “aksi demo gagal turun ke jalan” maupun adanya kesan bahwa HMI tidak melaksanakan agenda penyampaian aspirasi.

Faktanya, agenda penyampaian aspirasi HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah hari ini telah terlaksana melalui forum audiensi.

Perubahan dari aksi demonstrasi menjadi audiensi merupakan keputusan yang kami ambil secara sadar setelah mempertimbangkan efektivitas penyampaian aspirasi. Perubahan tersebut juga telah kami komunikasikan kepada pihak kepolisian.

Dalam audiensi tersebut, seluruh tuntutan HMI telah kami sampaikan dan dibahas bersama pihak terkait, yaitu Pemerintah Daerah Lampung Tengah, DPRD Lampung Tengah, dan Polres Lampung Tengah.

Yang lebih penting, hasil audiensi tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata. Telah terdapat kesepakatan untuk menindaklanjuti tuntutan-tuntutan yang kami sampaikan, yang dituangkan dan ditandatangani oleh pihak-pihak terkait.

Kami memberikan waktu 3 (tiga) bulan kepada pihak terkait untuk melaksanakan dan menindaklanjuti tuntutan yang telah disepakati tersebut.

Selama tiga bulan ke depan, HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah akan melakukan monitoring dan pengawalan terhadap pelaksanaan hasil kesepakatan tersebut.

Apabila dalam proses monitoring kami menemukan adanya poin yang tidak dijalankan, tidak ditindaklanjuti, atau tidak sesuai dengan kesepakatan, maka kami akan terlebih dahulu melakukan komunikasi dan diskusi dengan pihak terkait untuk meminta penjelasan serta mencari solusi.

Namun apabila setelah dilakukan komunikasi dan evaluasi tetap tidak terdapat pelaksanaan sebagaimana yang telah disepakati, HMI akan mempertimbangkan langkah eskalasi lanjutan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan hukum yang berlaku. Jadi kami tegaskan kembali.

Aspirasi HMI tidak gagal disampaikan. Aksi tidak berhenti. Tuntutan tidak dicabut. Metode penyampaiannya yang berubah dari demonstrasi menjadi audiensi. Bahkan melalui audiensi tersebut, tuntutan kami telah disampaikan secara langsung dan telah menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen serta ditandatangani oleh pihak terkait. Kami menghargai kerja jurnalistik rekan-rekan media dan mempersilakan media untuk melakukan verifikasi terhadap fakta tersebut kepada pihak-pihak yang hadir maupun dokumen hasil audiensi.

Kami berharap pemberitaan yang diterbitkan tidak hanya melihat ada atau tidaknya massa di titik kumpul, tetapi juga melihat hasil akhir dari proses penyampaian aspirasi tersebut. Bagi kami, keberhasilan perjuangan mahasiswa bukan semata-mata diukur dari berapa banyak massa yang turun ke jalan, tetapi juga dari sejauh mana aspirasi masyarakat berhasil disampaikan, mendapatkan respons, menghasilkan komitmen, dan kemudian benar-benar dikawal pelaksanaannya.

Setelah ini tugas kami belum selesai.

Tiga bulan adalah waktu untuk membuktikan bahwa kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan. HMI akan mengawal dan melakukan monitoring.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Kami terbuka apabila rekan-rekan media membutuhkan konfirmasi lebih lanjut maupun ingin melakukan verifikasi terhadap hasil audiensi”,  Ujarnya. (Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *